Seminar Nasional Kewirausahaan untuk Memperkuat Produktivitas Pertanian dan Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, wartapalemen.com – Kementerian Pertanian RI bersama Perhepi menyelenggarakan Seminar Nasional Kewirausahaan di Auditorium Gedung F, Kementan RI, Jakarta, Kamis Pagi (16/07/2026) dengan tema “ Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045 “.Seminar Nasional dibuka oleh Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., turut hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. sebagai keynote speaker, serta Ketua Umum PERHEPI Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryantono, M.Si.Ketua Umum PERHEPI Prof. Nunung Nuryantono menyampaikan pidatonya mengenai ketergantungan kesediaan pangan dari negara lain yang harus dikurangi melalui penguatan produksi dalam negeri dan swasembada pangan.

Indonesia sebagai negara agraris harus mampu mewujudkan swasembada pangan di tengah ketidakpastian global.“Indonesia sudah dikenal sebagai negara besar, maka harus mampu mencapai swasembada pangan.

Kita tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada negara lain dan harus mandiri, Maka seluruh pihak-pihak terkait harus bekerjasama memperkuat kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia) yang memiliki jaringan profesional yang tersebar di seluruh Indonesia melalui 33 Komisariat Daerah (Komda), dari Aceh hingga Manokwari, siap mendukung berbagai program pemerintah yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi pertanian dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun rekomendasi kebijakan maupun pengembangan program pertanian di daerah.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Prof. Nunung menilai program regenerasi petani menjadi salah satu peluang besar bagi generasi muda Indonesia.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, paradigma bahwa sektor pertanian tidak menjanjikan sudah mulai berubah.

Kini semakin banyak anak muda yang melihat pertanian sebagai sektor yang mampu memberikan kesejahteraan sekaligus ruang berinovasi.

Hal ini semakin memperkuat sektor pertanian untuk maju dan bersaing di pasar global .“Anak-anak muda memiliki kreativitas dan kemampuan menguasai teknologi.

Ini menjadi modal besar untuk mentransformasi sektor pertanian agar lebih modern, produktif, dan kompetitif,” ujarnya.Pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, hingga teknologi pemasaran digital akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.Mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga analisis data kini bisa didukung teknologi.

Jika kemampuan teknologi generasi muda dipadukan dengan sektor pertanian, maka akan lahir ekosistem pertanian yang jauh lebih menjanjikan,” jelasnya.Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menegaskan pentingnya memperkuat kualitas sumber daya manusia pertanian sebagai fondasi menuju swasembada pangan nasional.

Menurutnya, pengembangan petani milenial, kewirausahaan pertanian, serta penguatan kelembagaan seperti koperasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi seperti PERHEPI, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia.“Kemampuan generasi muda dalam menguasai teknologi digital harus terus didorong agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku utama transformasi pertanian nasional,” ujarnya.Dengan adanya seminar nasional ini, PERHEPI dan Kementerian Pertanian berharap lahir anak anak muda sebagai generasi penerus dengan berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi nyata yang mampu memperkuat produktivitas pertanian, mencetak lebih banyak wirausahawan muda di sektor agrobisnis, sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui ketahanan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

.(Wati)

Berita Terkait

Kapolres Tulungagung Patroli Cek Ketersediaan BBM dan Gelar Jogo Omah, Pastikan Wilayah Tetap Aman dan Kondusif
Samsat Kabupaten Bekasi Telusuri Kendaraan Belum Daftar Ulang, Optimalisasi Pajak Jadi Sorotan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta sebagai Destinasi Baru Wisata Religi Ancol
LYTO Pictures Rilis Trailer Film Drama Komedi ‘People Pleaser’, Siap Nampol Kaum Nggak Enakan
Empat Aktor dengan Rekam Jejak Film Mentereng Berkumpul di Film Hasut!
Polres Tulungagung Bongkar Tempat Perjudian Sabung Ayam dan Dadu di Desa Bono

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Kapolres Tulungagung Patroli Cek Ketersediaan BBM dan Gelar Jogo Omah, Pastikan Wilayah Tetap Aman dan Kondusif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Samsat Kabupaten Bekasi Telusuri Kendaraan Belum Daftar Ulang, Optimalisasi Pajak Jadi Sorotan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta sebagai Destinasi Baru Wisata Religi Ancol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:26 WIB

LYTO Pictures Rilis Trailer Film Drama Komedi ‘People Pleaser’, Siap Nampol Kaum Nggak Enakan

Berita Terbaru

News

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:40 WIB