
JAKARTA, WartaPalemen – Minggu, 28 Juni 2026 Pertemuan yang diadakan di Hotel Balairung Minangkabau melibatkan tiga organisasi persukuan besar, yakni Keluarga Besar Rang Tanjung (KBRT), KBRT Bersatu, dan Keluarga Besar Suku Tanjung Minangkabau (KBSTM). Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri oleh perwakilan Suku Tanjung dari berbagai daerah se-Nusantara.
Selama ini ketiga organisasi tersebut bergerak secara terpisah dalam upaya mempersatukan warga Suku Tanjung di berbagai wilayah Nusantara.
Pembahasan bermula dari adanya perasaan kurang nyaman yang dirasakan sejumlah pengurus dan anggota organisasi suku Tanjung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi kondisi itu muncul inisiatif dari warga Dusun Nakito Merawang untuk membahas langkah penyelesaian secara bersama.
Melalui forum ini secara prinsip ketiga unsur menyampaikan komitmen dan kesiapan menyatukan visi dan misi serta memadukan sumber daya yang dimiliki ke dalam satu wadah tunggal sebagai sarana pemersatu suku Tanjung.
Langkah ini diharapkan dapat memelihara dan meningkatkan eksistensi masyarakat Minangkabau, khususnya warga Suku Tanjuang serta dapat mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan (badunsanak).
Tujuannya agar warga suku Tanjuang dapat terus berbuat kebaikan di perantauan dan menjaga kehormatan serta kemajuan di kampung halaman.
Perlu ditegaskan bahwa para peserta membawa mandat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat dimasing-masing organisasi.
Kendati telah tercapai kesepahaman, pertemuan ini belum menghasilkan keputusan akhir yang mengikat. Kesepakatan yang ada masih bersifat prinsip dan menjadi bahan pembahasan lanjutan.
Peserta sepakat memberikan waktu paling lama satu bulan untuk melakukan konsolidasi ke seluruh jajaran pengurus mulai di tingkat pusat, wilayah, dan cabang Hal ini dimaksudkan agar hasil yang dicapai nantinya lebih matang dan optimal.
Salah satu harapan yang disampaikan adalah proses penyatuan ini tidak membentuk organisasi baru, melainkan cukup menyatukan wadah yang sudah ada.
Seluruh tahapan selanjutnya akan ditempuh melalui musyawarah untuk mufakat dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan menghargai aspirasi seluruh unsur yang tergabung.
Red. N.Tanjung
