
Wartaparlemen,TBB — Dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa kembali mencuat. Kali ini menyangkut Tiyuh Jaya, yang disebut mengelola anggaran cukup besar untuk tahun anggaran berjalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, realisasi pembangunan fisik di wilayah tersebut diduga belum sebanding dengan total dana yang telah dicairkan. Beberapa titik pembangunan infrastruktur yang direncanakan disebut-sebut belum menunjukkan progres signifikan.
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, pihaknya mempertanyakan transparansi pengelolaan dana. “Ada program yang anggarannya besar, tetapi hasil di lapangan sepertinya belum terlihat jelas. Kami berharap ada penjelasan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola Tiyuh Jaya hingga berita ini disusun belum memperoleh tanggapan resmi, Jika pun ada penjelasan tersebut nantinya akan menjadi penyeimbang informasi.
Pengamat kebijakan desa menilai, kondisi seperti ini perlu ditindaklanjuti dengan audit independen. “Selama belum ada audit, semua masih bersifat dugaan. Prinsipnya, penggunaan dana publik wajib dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari inspektorat daerah maupun aparat penegak hukum terkait dugaan tersebut. Publik masih menunggu kejelasan apakah ketidaksesuaian yang dirasakan warga memang terjadi, atau hanya persoalan komunikasi program.
Tim
