
WARTAPALEMEN,SURABAYA – Semangat berbagi dan pengabdian kepada Allah SWT tampak nyata dalam pelaksanaan ibadah kurban yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) wilayah Jawa Timur pada tahun ini. Nilai total penyelenggaraan kurban yang tercatat mencapai angka luar biasa, yakni sebesar Rp172 miliar. Angka ini menjadi bukti nyata tingginya kepedulian dan kemampuan berkorban anggota serta simpatisan dalam menunaikan perintah agama sekaligus membantu sesama.
Pencapaian nilai yang fantastis ini bukan sekadar hitungan materi semata, melainkan cerminan dari ketulusan hati umat dalam menjalankan salah satu rambu-rambu syariat Islam. Pihak pengurus LDII Jawa Timur menyampaikan bahwa di balik besarnya nilai yang terkumpul, pesan utama yang ingin dikedepankan dan disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat adalah nilai ketakwaan. Ibadah kurban dimaknai sebagai sarana untuk meningkatkan iman dan takwa, serta wujud kepatuhan mutlak atas perintah Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an.
“Besarnya nilai yang terhimpun hingga menembus angka Rp172 miliar ini adalah buah dari kesadaran bersama dan rasa persaudaraan yang kuat di antara kita. Namun perlu dipahami, inti dari ibadah ini bukanlah seberapa besar harta yang dikeluarkan, melainkan seberapa tinggi rasa takwa yang dihadirkan di dalam hati setiap orang yang berkurban. Inilah pesan pokok yang ingin kami tegaskan kepada semua pihak,” ungkap perwakilan pengurus LDII Jawa Timur dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dana sebesar itu telah disalurkan untuk pengadaan ribuan hewan kurban, meliputi sapi, kambing, dan domba yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota se-Wilayah Jawa Timur. Proses pengadaan hewan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, memastikan kesehatan, kualitas, serta kesesuaian syariat hewan yang akan disembelih. Penyaluran daging kurban pun direncanakan merata, menyasar masyarakat yang berhak menerima, mulai dari keluarga kurang mampu, jamaah, hingga warga sekitar tempat pelaksanaan ibadah.
Kegiatan akbar ini juga menjadi sarana persatuan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga. Keterlibatan anggota mulai dari proses pemilihan hewan, pemotongan, hingga pembagian daging dilakukan secara gotong royong, mencerminkan budaya kerja sama yang luhur. LDII Jawa Timur menekankan bahwa tradisi kurban ini juga memiliki misi sosial yang kuat, yakni memastikan suasana kebahagiaan Hari Raya Idul Adha dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali mereka yang berada dalam keterbatasan ekonomi.
Pihak pengurus juga mengapresiasi seluruh kontribusi yang telah diberikan, baik berupa harta, tenaga, maupun pikiran, sehingga kegiatan mulia ini dapat terlaksana dengan sangat baik, tertib, dan lancar. Angka Rp172 miliar ini diharapkan menjadi catatan sejarah yang memotivasi semangat beribadah di tahun-tahun mendatang, dengan tetap menjadikan ketakwaan dan keikhlasan sebagai landasan utama di atas segalanya.
Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa esensi kurban bukanlah soal persaingan materi, melainkan tentang kehadiran rasa cinta dan ketaatan kepada Sang Pencipta, serta tumbuhnya rasa kasih sayang yang nyata antar sesama manusia.**
Dynz
