Wartapalemen.com JAKARTA – Dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang penuh semangat dan bernada tegas. Berikut adalah poin-poin penting yang diperkirakan menjadi inti pesan beliau:
- Berterima Kasih dan Dedikasi untuk Rakyat
Prabowo mengakui bahwa dukungan dari kaum buruh, petani, dan nelayan menjadi kunci kepercayaan yang diberikan rakyat kepadanya. Ia menegaskan sisa hidupnya akan didedikasikan sepenuhnya untuk melayani dan membela kepentingan masyarakat luas. - Teguran untuk Pejabat dan Pengusaha
Presiden memberikan peringatan keras kepada para menteri dan pejabat, agar setiap kebijakan yang dibuat selalu diduga berpihak pada rakyat kecil. Ia juga menyoroti bahwa kekayaan boleh dimiliki, namun tidak boleh diperoleh dengan cara yang merugikan atau menindas. “Jangan sampai ada yang merampok hak rakyat,” tegasnya. - Capaian dan Penghormatan terhadap Perjuangan Buruh
Pemerintah tampaknya telah berhasil mewujudkan beberapa hal penting, seperti pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) yang tertunda selama puluhan tahun. Selain itu, penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional dan rencana pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk diperkirakan menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan kaum buruh. - Komitmen Lawan Korupsi dan Kemiskinan
Prabowo menegaskan tidak akan ragu bertindak tegas terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang merugikan negara. Ia juga menyampaikan target mulia, yaitu menghapus kemiskinan ekstrem dan memastikan tidak ada anak Indonesia yang kelaparan. - Ajakan Bersatu dan Rasional
Di akhir pidato, ia mengajak semua pihak untuk bersikap dewasa. Buruh diminta tetap rasional, pengusaha yang jujur tetap didukung, dan semua elemen bangsa bersatu demi kemajuan ekonomi nasional yang adil dan berkelanjutan.






