KISAH ANAK BERUSIA 7 BULAN MENGIDAP BERBAGAI PENYAKIT, KELUARGA MENGATAKAN BELUM MEMPEROLEH BANTUAN MAKSIMAL

- Redaksi

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SARILAMAK, 50 KOTA, WARTAPALEMEN – Terdapat kisah yang menyita perhatian mengenai kondisi kesehatan seorang bayi perempuan bernama Madinah, berusia 7 bulan, yang berasal dari Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Anak dari pasangan pekerja kuli bangunan ini dikabarkan tengah menghadapi kondisi kesehatan yang cukup berat dan memerlukan penanganan medis secara berkelanjutan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh keluarga, Madinah diduga mengidap sejumlah gangguan kesehatan, antara lain kelainan jantung bocor bawaan, hipotiroid, serta terdapat indikasi kuat mengarah pada Leukemia Akut atau yang sering disebut sebagai kanker darah.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini dikemukakan berdasarkan hasil pengamatan dan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tenaga medis, meskipun status diagnosa akhirnya masih perlu mengacu pada kesimpulan resmi dari pihak rumah sakit dan dokter yang menangani.

Pihak Keluarga menyampaikan bahwa dalam upaya memperoleh dukungan pembiayaan perawatan, mereka telah mendatangi sejumlah instansi terkait. Menurut penuturan ibu Madinah, permohonan yang diajukan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan memperoleh jawaban bahwa saat ini belum tersedia alokasi anggaran yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut.

Sementara itu, permohonan yang diajukan ke lembaga BAZNAS dikabarkan masih dalam proses penundaan hingga waktu yang belum ditentukan secara pasti.

“Kami sudah berusaha menemui petugas di berbagai tempat, namun hasilnya belum sesuai harapan. Di satu sisi kondisi anak kami memerlukan perawatan terus-menerus, di sisi lain kami harus memikirkan cara menutupi segala kebutuhannya,” ujar sang ibu, yang mengaku berusaha tetap tabah menghadapi keadaan tersebut.

Perkembangan Kondisi Kesehatan

Sejak lahir pada 7 November 2025, Madinah diketahui telah memiliki kondisi jantung yang belum sempurna. Sejak bulan Februari 2026, ia mulai menjadi pasien rujukan di RSUP dr. M. Djamil Padang. Kondisinya dikabarkan semakin membutuhkan perhatian pada bulan Maret 2026, saat ia sempat mengalami gangguan pernapasan dan harus dirawat di ruang intensif. Pada masa itu, kadar hemoglobin dalam darahnya tercatat berada pada angka yang sangat rendah sehingga memerlukan tindakan transfusi.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diterima, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan pada bulan April dan Mei 2026 mendapati adanya perubahan pada sel dalam sumsum tulang belakangnya. Hal ini menimbulkan dugaan kuat mengarah pada gangguan darah yang serius, namun penegasan diagnosis secara menyeluruh masih menunggu hasil kajian lebih lanjut dari tim medis yang berwenang.

Keluarga juga menyampaikan bahwa kepesertaan jaminan kesehatan yang sebelumnya diperoleh secara cuma-cuma sempat mengalami perubahan status, sehingga mereka harus beralih ke skema pembayaran mandiri agar proses perawatan dapat tetap berjalan. Kondisi ini, ditambah dengan biaya perjalanan dan kebutuhan pendukung lainnya, dikatakan telah membebani kondisi ekonomi keluarga.

Sebagai keluarga yang dikategorikan memiliki tingkat kesejahteraan terbatas, mereka menyatakan bahwa hingga saat ini belum memperoleh akses penuh terhadap berbagai program bantuan sosial yang ada. Dukungan yang diterima sejauh ini berasal dari inisiatif pihak-pihak tertentu dan warga sekitar, yang menurut keterangan hanya dapat menutupi kebutuhan sesekali saja.

Berdasarkan arahan sementara dari tenaga medis, upaya penanganan yang dapat dilakukan diperkirakan memerlukan biaya yang tidak sedikit, baik untuk perawatan rutin maupun kemungkinan tindakan lanjutan yang akan disarankan nantinya. Pihak keluarga mengaku telah berusaha menyampaikan kondisi ini kepada berbagai pihak, namun belum memperoleh tanggapan yang memadai hingga saat berita disusun.

Pandangan Lembaga Swadaya Masyarakat

Menyikapi informasi yang beredar tersebut, N.Tanjung selaku Ketua 1. Lembaga Swadaya Masyarakat EKANUSA Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kesejahteraan Masyarakat menyampaikan tanggapannya secara cermat.

“Informasi yang kami terima ini patut menjadi perhatian bersama. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, setiap warga negara berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, dan pihak berwenang memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasinya sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, kondisi yang dialami keluarga ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada instansi terkait guna memastikan apakah semua syarat dan prosedur permohonan bantuan telah dipenuhi dengan lengkap. Kami juga mengimbau agar informasi ini disampaikan secara hati-hati, mengingat status kesehatan yang masih dalam tahap pemeriksaan dan penanganan medis,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya siap membantu memfasilitasi penyampaian informasi, namun tetap menekankan bahwa kepastian hak dan akses bantuan harus merujuk pada peraturan resmi dan hasil verifikasi dari instansi yang berwenang.

Bagi yang Ingin Membantu Secara Sukarela

Bagi pihak-pihak yang tergerak hatinya dan ingin memberikan dukungan secara sukarela untuk membantu kebutuhan perawatan Madinah, bantuan dapat disalurkan melalui jalur yang disampaikan oleh keluarga, yaitu:

✅ Bank: BCA
✅ Nomor Rekening: 6145336639 a.n. Nila Sri Rahayu
✅ Dompet Digital: GOPAY 083125478335

Untuk konfirmasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor 0821-6971-1142 (Arul – Relawan).

Perlu dicatat bahwa informasi ini disampaikan berdasarkan keterangan yang diterima dari pihak keluarga dan laporan yang ada. Seluruh kondisi kesehatan, status bantuan, dan perkiraan biaya yang disampaikan masih bersifat dugaan dan keterangan awal, sehingga memerlukan pengecekan serta konfirmasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit, lembaga jaminan kesehatan, dan instansi terkait guna memperoleh kejelasan yang pasti.

Red .( Ddy )

Berita Terkait

TERKAIT ISU PEREDARAN BBM SOLAR DI TULUNGAGUNG, SOPIR TRUK KOTAK BERIKAN KETERANGAN: SAYA HANYA MENGANGKUT SUKU CADANG
Dilaporkan ke Polisi, Bank NTB Syariah KCP Plampang Masuk Tahap Penyelidikan Sumbawa Besar NTB
TUMPUKAN SAMPAH DI LINGKUNGAN RUSUN NAWA FLAMBOYAN BELUM TERKELOLA DENGAN BAIK, DIKHAWATIRKAN SEMAKIN MENINGKAT
PENGUSAHA INDUSTRI TAHU Lb. WANGI DI KABUPATEN TANGERANG DIDUGA BELUM MEMILIKI IPAL SERTA IZIN BPOM DAN SERTIFIKAT HALAL..!!
RMG Siapkan Langkah Ekspansi; Lokasi Kantor Baru Masih Dalam Pembahasan
Peduli Korban Bencana Ulurkan Tangan Bersama Untuk Pemulihan.
Gempa Magnitudo 2,7 Guncang Selatan Pesisir Selatan Sumbar Dini Hari, Tidak Berpotensi Tsunami
Evaluasi Kinerja Lurah Tegal Alur: Disebut Sulit Dikonfirmasi Wartawan, Transparansi Disorot

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 08:50 WIB

TERKAIT ISU PEREDARAN BBM SOLAR DI TULUNGAGUNG, SOPIR TRUK KOTAK BERIKAN KETERANGAN: SAYA HANYA MENGANGKUT SUKU CADANG

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:57 WIB

Dilaporkan ke Polisi, Bank NTB Syariah KCP Plampang Masuk Tahap Penyelidikan Sumbawa Besar NTB

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:24 WIB

KISAH ANAK BERUSIA 7 BULAN MENGIDAP BERBAGAI PENYAKIT, KELUARGA MENGATAKAN BELUM MEMPEROLEH BANTUAN MAKSIMAL

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:21 WIB

TUMPUKAN SAMPAH DI LINGKUNGAN RUSUN NAWA FLAMBOYAN BELUM TERKELOLA DENGAN BAIK, DIKHAWATIRKAN SEMAKIN MENINGKAT

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:23 WIB

PENGUSAHA INDUSTRI TAHU Lb. WANGI DI KABUPATEN TANGERANG DIDUGA BELUM MEMILIKI IPAL SERTA IZIN BPOM DAN SERTIFIKAT HALAL..!!

Berita Terbaru